Angin Kencang Rusak SD Katolik Yaswari Benlutu, Guru dan Siswa Tetap Bertahan Mengajar

Hembusan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan pada Sekolah Dasar Katolik Yaswari Benlutu di Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih.
Sebagian atap bangunan terlepas, plafon jebol, dan dinding mulai retak. Meski kondisi bangunan memprihatinkan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penuh semangat.

Sekolah ini menjadi tempat belajar bagi puluhan anak di wilayah pedesaan Batu Putih. Para guru yang sebagian besar berdomisili di luar desa tetap datang setiap hari untuk memastikan proses belajar tidak berhenti. Di tengah ruangan yang bocor dan dinding yang retak, mereka mengajar dengan ketulusan dan tanggung jawab yang besar.

Kepala sekolah bersama dewan guru terus berupaya menjaga semangat murid agar tidak menurun. “Anak-anak tetap datang ke sekolah setiap pagi. Mereka tahu bahwa belajar adalah satu-satunya cara untuk maju,” ujar salah satu guru saat ditemui.

Melihat semangat luar biasa dari para pendidik di daerah ini, Yayasan Yaswari Kupang bersama TeamCoach International dan Mr. Shan Moorthi, Ph.D dari Malaysia akan menggelar kegiatan Support Pendidikan Para Guru di Kota So’e pada 13–16 November 2025. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru di wilayah pedalaman agar mampu terus memberi dampak bagi generasi muda.

Kerusakan fisik mungkin melukai bangunan sekolah, namun tidak menghancurkan semangat mereka.
Dari Benlutu, kisah ini menjadi pengingat bahwa harapan untuk pendidikan di Nusa Tenggara Timur tak pernah hilang — hanya butuh tangan-tangan yang peduli untuk terus menyalakannya.

Baca juga :  Mau urus PKH, KIS dan BANSOS ayo ke MPP Kota Kupang