Riset FISIP Undana: Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Kepemimpinan Christian Widodo & Serena Francis Tembus Angka 80,10

Kota Kupang – Sebuah riset akademik terbaru yang dilakukan oleh akademisi dari FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) mengungkapkan potret positif terhadap kinerja pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis.

Berdasarkan pemaparan dalam video Kepemimpinan Christian Widodo & Serena Francis: Refleksi & Harapan | Part #1″, hasil survei kepuasan masyarakat menunjukkan angka yang melampaui standar minimal.

Berikut adalah poin-poin penting dari hasil riset tersebut:

1. Indeks Kepuasan Publik Kategori “Baik”

Secara agregat, indeks kepuasan masyarakat Kota Kupang tercatat di angka 80,10. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas publik merasa puas dengan kinerja pemerintah kota. Bahkan, 65,28% responden tidak menyebutkan adanya kelemahan spesifik, yang mengindikasikan tingginya legitimasi sosial dan penerimaan publik terhadap gaya kepemimpinan saat ini.

2. Komunikasi Publik Jadi Kekuatan Utama

Salah satu faktor penentu tingginya kepuasan publik adalah gaya komunikasi. Indikator Komunikasi Publik meraih skor tertinggi yakni 81,65.

Masyarakat menilai pemimpin saat ini sangat responsif, terbuka, dan mampu memanfaatkan media digital dengan baik untuk berinteraksi dengan warga. Hal ini sangat relevan mengingat demografi responden didominasi oleh Generasi Z dan Milenial (usia 21–30 tahun).

3. Metodologi Riset Berbasis Data

Riset ini bukan sekadar opini, melainkan Evidence-Based Policy (Kebijakan Berbasis Bukti).

  • Responden: Melibatkan 576 responden yang tersebar di 6 kecamatan.
  • Metode: Multistage Cluster Random Sampling.
  • Tujuan: Memberikan masukan objektif bagi pemerintah kota untuk perencanaan pembangunan tahun mendatang.

4. Catatan Evaluasi untuk Pemerataan

Meskipun secara umum sangat baik, tim peneliti memberikan catatan khusus terkait pemerataan kepuasan.

  • Tertinggi: Kecamatan Kelapa Lima dan Kota Lama mencatat skor kepuasan tertinggi.
  • Perlu Perhatian: Kecamatan Alak memiliki skor yang sedikit lebih rendah (di angka 74-76) pada aspek representasi dan keadilan sosial. Isu lokal seperti keberadaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) disinyalir menjadi faktor yang mempengaruhi persepsi warga di wilayah tersebut.
Baca juga :  PART 1# - Yusak Benu | Paradigma bisnis yang berdampak bagi banyak orang

Kesimpulan

Riset ini menyimpulkan bahwa Christian Widodo dan Serena Francis memiliki modal kepercayaan publik yang kuat untuk melanjutkan program pembangunan. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa kepuasan ini tidak hanya tinggi secara angka rata-rata kota, tetapi juga dirasakan secara merata oleh seluruh warga di setiap kecamatan, termasuk wilayah pinggiran.