Wawancara Polgas: Aksi Om Strom Perbaiki Jalan Rusak di Kota Kupang, Dari Konten ke Gerakan Warga

Kupang — Inisiatif warga dalam merespons persoalan jalan rusak kembali mendapat perhatian. Melalui wawancara via WhatsApp pada Minggu (29/3/2026), kreator konten lokal Kupang yang dikenal sebagai Om Strom menceritakan bagaimana aktivitas media sosial yang ia lakukan berkembang menjadi gerakan nyata bersama masyarakat.

Dalam wawancara dengan Mimin Politik Gagasan (Polgas), Om Strom menjelaskan bahwa awalnya ia hanya menggunakan media sosial sebagai ruang untuk menyalurkan hobi mengedit video sejak pertengahan 2025.

Namun, seiring meningkatnya jumlah pengikut hingga lebih dari 17K, ia mulai melihat adanya tanggung jawab yang lebih besar.

“Ini bukan sekadar angka. Ini manusia, jadi harus buat sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Dari situ, ia mulai menyoroti persoalan yang menurutnya dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, yakni jalan rusak yang terus berulang di titik yang sama tanpa penyelesaian yang tuntas.

Beberapa lokasi yang telah menjadi fokus aksinya antara lain kawasan GOR, Jalan Pemuda, dan depan Bank NTT. Ia juga sempat mengamati titik di Jalan Siliwangi, namun tidak dilanjutkan setelah mendapat informasi bahwa perbaikan akan dilakukan oleh pihak terkait.

Om Strom menegaskan bahwa langkah yang ia lakukan murni inisiatif pribadi dan tidak didorong oleh pihak tertentu.

“Tidak ada yang suruh. Beta jalan sendiri,”

Kata Om Strom

Respons masyarakat terhadap konten yang ia buat cukup signifikan. Melalui siaran langsung di media sosial, muncul partisipasi warga yang secara sukarela memberikan dukungan, baik dalam bentuk donasi maupun tenaga untuk membantu perbaikan jalan menggunakan material sirtu.

Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan kolektif. Sejumlah warga turut terlibat langsung dalam proses penimbunan jalan di beberapa titik yang sebelumnya disoroti.

Baca juga :  Sinergi Membangun NTT, Gubernur Melki Laka Lena Dan Kepala Daerah Se-NTT Temui Kementerian Lembaga Untuk Percepatan Pembangunan 

Tidak hanya berhenti pada konten, Om Strom juga secara aktif melakukan pemantauan lapangan, terutama pada malam hari, untuk mengidentifikasi titik jalan rusak yang berisiko menyebabkan kecelakaan.

Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan melalui media sosial seharusnya diikuti dengan solusi nyata.

“Kritik harus ada solusi, bukan hanya konten,” ujarnya.

Kata Om Strom

Konteks lebih luas

@sixtytwomedia

bener bener gak tau malu ini sih. Bupati Blora, Arief Rohman, menyatakan rasa bangganya terhadap warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, yang secara mandiri melakukan iuran (swadaya) untuk memperbaiki jalan rusak.

♬ original sound – Sixtytwoinfo

Fenomena yang dilakukan oleh Om Strom bukanlah kasus tunggal. Di sejumlah daerah lain di Indonesia, inisiatif serupa juga mulai muncul, di mana warga memanfaatkan media sosial untuk menyoroti masalah infrastruktur sekaligus mendorong penyelesaiannya.

Dalam beberapa kasus, gerakan semacam ini bahkan berhasil menarik perhatian pemerintah dan mempercepat respons terhadap persoalan yang ada.

Hal ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai alat kontrol sosial sekaligus mobilisasi partisipasi publik.

Apa yang dilakukan Om Strom menjadi contoh bagaimana warga dapat mengambil peran aktif dalam merespons persoalan di sekitarnya.

Di tengah keterbatasan, kombinasi antara suara di ruang digital dan aksi di lapangan mampu menciptakan dampak nyata, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.

Silahkan ikuti Om Strom untuk lihat semua aksi yang dilakukan, karena tidak hanya jalan rusak saja yang dikritik.

Artikel ini merupakan hasil wawancara Mimin Politik Gagasan (Polgas) dengan Om Strom melalui WhatsApp Voice Note, Minggu, 29 Maret 2026