Aksi Swadaya Masyarakat Alor Timur Laut Membangun Infrastruktur Jalan, Kritik dan Tamparan Keras Bagi Pemerintah

Kalabahi, PG.com – Efisiensi belanja modal untuk infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2025 tidak menyurutkan semangat gotong royong masyarakat di enam desa di Kecamatan Alor Timur Laut. Desa Pido, Lipang, Kenarimbala, Taramana, Air Mancur, dan Bunga Kenari mengambil inisiatif konkret untuk memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak secara mandiri. (09/12/2025)

Dalam berbagai literatur, Aksi swadaya masyarakat dalam perbaikan infrastruktur jalan sering muncul sebagai bentuk kritik dan kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah daerah terhadap jalan yang rusak. Pemerintah tidak secara eksplisit mengkritik swadaya masyarakat itu sendiri, tetapi fenomena ini menjadi “alarm” bagi pemerintah agar program pembangunan lebih tepat sasaran dan responsif. 

Aksi Swadaya sebagai Kritik Masyarakat terhadap pemerintah, Melalui Aksi Swadaya

Swadaya kerja perbaikan jalan oleh masyarakat terjadi karena:

Kekecewaan dan ketidaksabaran masyarakat menunggu perbaikan dari pihak berwenang yang tak kunjung terealisasi, meskipun laporan sudah sering dilayangkan.

Kebutuhan mendesak akan jalan yang layak untuk keselamatan (menghindari kecelakaan) dan kelancaran aktivitas ekonomi sehari-hari.

Pertanyaan akan peran dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur vital yang didanai oleh anggaran publik.

Ketidakpercayaan terhadap alokasi anggaran perbaikan jalan yang dianggap hanya menjadi wacana tahunan tanpa eksekusi nyata. 

Pandangan Pemerintah

Pemerintah memandang pembangunan infrastruktur jalan sebagai kebutuhan vital dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan konektivitas nasional. Meskipun tidak ada kritik langsung terhadap inisiatif swadaya warga, fenomena ini menunjukkan adanya tantangan dalam: 

Ketidakmerataan pembangunan dan akses infrastruktur, di mana daerah dengan potensi sosial dan budaya sering luput dari perhatian.

Keterbatasan anggaran dan proses birokrasi yang lamban dalam penanganan perbaikan jalan di daerah.

Pemantauan dan evaluasi yang terbatas terhadap kondisi jalan di lapangan. 

Secara keseluruhan, aksi swadaya masyarakat merupakan sindiran keras yang menunjukkan bahwa warga bisa lebih sigap daripada pemerintah dalam merespons masalah infrastruktur lokal. Hal ini mendesak pemerintah untuk tidak “tutup mata” dan menjalankan kewajibannya secara lebih efektif. 

Lebih lanjut, Masyarakat di enam desa ini menunjukkan partisipasi aktif, tidak hanya berpangku tangan menunggu alokasi anggaran dari pemerintah. Melalui upaya swadaya yang melibatkan warga di desa maupun keluarga perantau di Kalabahi dan Kupang, mereka bahu-membahu mengerjakan perbaikan jalan.

Baca juga :  Reses Di Kelurahan Kalabahi Tengah, Piter Moulobang Siap Perjuangkan Aspirasi Pembangunan Jalan, Penerangan, Pemberdayaan Perempuan, Kesejahteraan Kader Posyandu, Nasib Guru, Modal Usaha Dan Pelayananan Kesehatan 

Tindakan nyata ini diapresiasi sebagai wujud perjuangan masyarakat dalam membangun negeri di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas. Semangat kolektif ini diharapkan dapat menjadi contoh dan mendorong dukungan lebih lanjut dari semua pihak.

Melalui unggahan Facebook, salah satu tokoh muda, Yohanis Laure dengan nama akun Man Nanny Timomang menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan gotong royong ini, baik yang berkontribusi dalam hal tenaga, alat, bahan, konsumsi, maupun bantuan tunai.

Pihak-pihak yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini antara lain:

Bapak Christian Mauko dan Keluarga Besar Enta Alerou Abangbul di Kupang (bantuan 100 zak semen).

Anggota Dewan Ernes Thefrintho Mokoni (fasilitas bantuan truk untuk kelancaran kegiatan).

Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, dan pemuda dari Desa Taramana, Air Mancur, Bunga Kenari, Kenarimbala, Lippang, dan Pido.

Seluruh keluarga masyarakat dan kerabat di Kalabahi yang ikut berkontribusi.

“Salam sehat untuk kita sekalian dan kiranya kita dapat giat bersama-sama lagi dalam melanjutkan kegiatan gotong royong pengecoran, pada hari Sabtu, 13-12-2025,” tutup Yohanis dalam pesannya. (*Eka Blegur).