POLGAS (politik Gagasan) adalah Media Independen yang mengulas Dunia Politik dengan pendekatan ilmiah, mengkaji hubungan antara masyarakat dan negara.
[instagram-feed feed=1]

KUPANG – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Neil Rondo (WNR), menemui langsung ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD NTT. Kehadiran politisi Partai Demokrat ini disambut hangat oleh massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Perisai, Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Dalam orasinya di tengah-tengah massa, Winston menegaskan komitmennya untuk selalu berdiri bersama kepentingan masyarakat. Ia memotivasi para mahasiswa dengan menggaungkan yel-yel “Hidup Mahasiswa!” yang langsung disambut riuh oleh para demonstran.
“Posisi bisa berubah, tetapi keberpihakan tidak boleh goyah,” ujar Winston tegas di hadapan para pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi.
Aspirasi yang dibawa oleh para mahasiswa kali ini berfokus pada melambungnya biaya hidup akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), serta tekanan ekonomi yang kian menjepit masyarakat NTT sehari-hari.
Winston mengakui bahwa secara struktural, DPRD tingkat provinsi memang tidak memiliki kewenangan langsung untuk menentukan regulasi harga BBM global atau nilai tukar rupiah. Namun, ia menekankan bahwa lembaga legislatif daerah mengemban tanggung jawab moral dan politik yang besar.
“Suara mahasiswa bukanlah suara yang harus ditutup, melainkan suara yang wajib didengar. Kritik yang lahir dari kepedulian terhadap nasib rakyat adalah bagian penting dari demokrasi,” tambahnya.
Melalui mekanisme internal DPRD NTT, Winston berjanji akan mempelajari secara saksama poin-poin tuntutan yang diserahkan dan menindaklanjutinya ke tingkat pemerintah pusat. Ia juga berharap agar gerakan mahasiswa di NTT terus menjadi gerakan yang damai namun tetap kritis dalam mengawal keterbukaan lembaga negara.
Trending