POLGAS (politik Gagasan) adalah Media Independen yang mengulas Dunia Politik dengan pendekatan ilmiah, mengkaji hubungan antara masyarakat dan negara.
[instagram-feed feed=1]

Apa betul peran kaum pemuda baik para intelektual maupun mahasiswa dan organisasinya masing-masing telah menurun kepedulianya terhadap persoalan-persoalan sosial, ekonomi dan politik masyarakat.
Dimana mereka berada di tengah-tengah masyarakat itu sendiri dimana mereka hidup?ataukah kepedulian terhadap masalah-masalah tersebut justru meningkat?
Terlepas dari benar atau tidaknya konstatasi tersebut,lantas bagaimanakah kepedulian para politisi dan semua partai politiknya terhadap semua masalah sosial,ekonomi dan politik yang berkembang di tengah kehidupan?
Bagaimana pula peran birokrat dan militer pada persoalan-persoalan itu?Apakah mereka mempunyai kepedulian ataukah kepeduliannya semakin menurun saja. Seandainya mereka menunjukan peran yang efektif haruskan para pemuda bersaing dengan para politis,birokrat dan militer dalam berpartisipasi dan peduli pada persoalan sosial, ekonomi dan politik masyarakat.Bagaimana pula peran para cendikiawan dan akademisi apakah hanya sebatas proses perkuliahan saja?
Kepedulian para politisi,birokrat dan militer menunjukan tanda-tanda kemunduran,haruskah para kaum muda terbawah arus politisasi yang sedang kendur kepedulianya itu ataukah justru para kaum muda intektual harus tampil untuk turut memikirkan serta menyelesaikan persoalan sosial,ekonomi dan politik masyarakat kita hari ini?
Apakah konsekuensi yang timbul berkenaan dengan estafet kepemimpinan bangsa di massa depan? Kepedulian para kaum muda tidak perlu di campurbaurkan dengan langkah politik ke depan dalam merenggut estafe kekuasaan.
Tetapi harus di kaitkan dengan gerakan dalam mempertajam berpikir kritis,sehingga para kaum muda benar-benar murni merupakan perjuangan kebutuhan dasar mereka sendiri.Sambil mempertanyakan peran kelompok kaum muda,sebaiknya kita fokus pada pembentukan gerakan kualitas para pemuda itu sendiri,dari peran tingkat RT/RW berupa karang Taruna hingga satruktur tertinggi di kanca nasional,perlu kita telaah peran birokrasi, dunia usaha dan masyarakat dalam pergumulan kehidupan sehari-hari.Bisakah para pemuda dan mahasiswa memikirkan, membicarakan serta memperjuangkan hak-hak rakyat,baik dalam soal tanah milik ekspansi dunia usaha baik di desa ataupun perkotaan.
Kemudian apakah mereka bisa juga melindungi kepentingan rakyat dalam upaya untuk memperoleh gaji yang layak,ketika dunia usaha atas nama pembangunan,mencoba untuk membayar upah buruh dengan harga murah. Kemudian,mungkinkah para pemuda juga memperjuangkan tumbuhnya kaum pengusaha dari kalangan pribumi melalui peluang yang tersedia pada APBN dan APBD dan tidak membiarkan sumber dana-dana dari kedua anggaran itu di nikmati oleh sebagian besar konglomerat belaka.
Bisakah pemuda mengontrol dan menghimbau perbankan apalagi yang milik rakyat, BUMN/BUMD, agar tidak sebagai besar dana masyarakat itu jatuh ke tangan para konglomerat,yang akibatnya seluruh sektor ekonomi di kuasai mereka.Bisakah para pemuda memikirkan demokrasi macam apakah yang bisa menjamin diperlakukan-nya rakyat sebagai sumber kekuasaan,sehingga pemerintah itu betul betul berasal,dari,oleh dan untuk rakyat.Hingga kini berbagai kritik muncul dan menunjukan bahwa dalam penerapan berbagai macam kebijakan di bidang politik,ekonomi dan sosial masih terdapat banyak kekuarangan,untuk itu jika gerakan tersebut berhasil peran pemuda,mahasiswa dan organisasinya bukan saja semakin cerdas,namum kepedulian sosial itu akan memperbesar peluang mereka untuk tampil sebagai penerus estafe kepemimpinan bangsa.