POLGAS (politik Gagasan) adalah Media Independen yang mengulas Dunia Politik dengan pendekatan ilmiah, mengkaji hubungan antara masyarakat dan negara.
[instagram-feed feed=1]

Kupang, PG.com – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Angkatan XXIII Tahun Akademik 2024/2025 dalam rangka Wisuda 121 mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang di Hotel Harper Kupang, Jumat (10/7/2025).
Turut hadir Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Direktur Pendidikan Ditjen Bimas Katolik, Sekretaris Ditjen Bimas Katolik Reginaldus, Ketua STIPAS RD. Dr. Florens Maxi Un Bria, Ketua Yayasan Swastisari, para dosen dan anggota senat STIPAS.
Gubernur NTT, atas nama pemerintah Provinsi NTT, Saya mengucapkan proficiat dan rasa bangga kepada seluruh wisudawan dan civitas akademika STIPAS Kupang.
“Perlu diingat, bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab baru sebagai pendidik dan pelayan umat. Wisuda ini adalah gerbang menuju tantangan dan peluang baru. Kampus yang sesungguhnya adalah masyarakat tempat kalian akan bekerja. Di sanalah kepintaran, kebijaksanaan, dan keterampilan kalian akan diuji,” ujarnya dilansir dari akun resmi Melki Laka Lena.
Ditengah tantangan zaman seperti sekularisasi dan digitalisasi yang dapat mengikis semangat bergereja, Saya berharap para lulusan tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga agen perubahan sosial yang membawa semangat Kristiani dan harapan di tengah masyarakat.
“Kami butuh guru agama Katolik yang bisa membersihkan ruang media sosial dari hoaks dan kebencian. Jangan lelah menyuarakan kebaikan, optimisme, dan kasih Kristus,” ujarnya.
Dijelaskan Gubernur NTT, Kami juga mendorong agar para lulusan juga peka terhadap potensi ekonomi lokal di tempat tugas mereka. Kalau di tempat tugas kalian ada potensi pertanian, perikanan, atau pariwisata, jangan ragu untuk ikut menggerakkan ekonomi lokal bersama masyarakat. Bangunlah sinergi antara pendidikan, iman, dan kesejahteraan.
“Semoga teladan hidup Yesus Kristus yang kalian pelajari di bangku kuliah kiranya menjadi inspirasi dalam karya pelayanan. Mari terus bergandengan tangan antara pemerintah dan Gereja untuk membangun NTT yang lebih baik, manusiawi, dan beriman,” pungkasnya. (*PG).
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.