Program Studi PG-PAUD Gagas FGD dan Seminar di Untrib Kalabahi, Membangun Generasi Emas dengan Pendidikan Holistik

Kalabahi, PG.com – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi menggagas kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Seminar PAUD dengan mengangkat Tema “Konsep, Pendekatan, dan Praktik Holistik: Implementation Pembelajaran Mendalam di Paud Wilayah 3T”, Sub tema “Mendidik Dengan Hati untuk Masa Depan Anak Negeri”. acara pembukaan dilaksanakan di Aula utama kampus Untrib pada Selasa, 02/12/2025).

Ketua Program Studi PG PAUD, Abraham Lalang Yame, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kegiatan prodi ini sudah direncanakan sejak lama untuk dilaksnakan dengan bapak ibu guru sebagai praktisi pendidikan dan juga pihaknya di kampus sebagai akademisi untuk bersama-sama menyamakan persepsi untuk bagaimana sama-sama membangun pendidikan di daerah 3T khususnya di jenjang PAUD.

“Banyak orang yang melihat bahwa PAUD itu pembelajarannya sederhana, ternyata setelah kita masuk ke dalam proses pembentukan kognitif, emosional dan lain-lain itu paling pertama terbentuk dari PAUD, karena itu kami di program Studi sangat berkomitmen untuk menghasilkan guru PAUD yang profesional, berkarakter, adaptif dan berbudaya, itu menjadi visi besar kami di program studi menciptakan guru yang profesional, adaptif, berkarakter dan berbudaya karena pada akhir akhir ini banyak orang yang kemudian mengenyampingkan budaya lokal Kami mau PG PAUD hadir sebagai program studi yang mempersiapkan guru-guru PAUD yang profesional, adaptif, berkarakter dan memiliki nilai-nilai berbudaya,” ujarnya.

Dijelaskan Abraham bahwa seminar kali ini pihaknya mengangkat tema tentang Konsep, Pendekatan, dan Praktik Holistik: Implementation Pembelajaran Mendalam di Paud Wilayah 3T “Mendidik dengan hati untuk Masa Depan Anak Negeri”, Tema ini sengaja kami angkat untuk bagaimana kita sama-sama berdiskusi untuk proses pengembangan pendidikan PAUD di wilayah 3T, hampir kebutuhan kebutuhan pembelajaran di PAUD kalau di pedesaan itu menjadi satu hal pergumulan karena itu kehadiran prodi PG PAUD bisa menjawab kebutuhan kebutuhan tersebut khususnya di bidang tenaga pendidik.

Baca juga :  Turnamen Bupati Alor Cup, Garuda Abal Kuatkan Lini Penyerang Datangkan Umar, Pemain Berbakat Dari Perseftim Flores Timur Siap Gelorakan Stadion

Diungkapkan Abraham, mohon maaf kalau saya salah menyebutkan data ada kurang lebih 300-an PAUD di Alor itu tenaga pendidik yang berkualifikasi sarjana PAUD itu cuma 38 orang, saya dapat data itu di Dinas Pendidikan, ini menjadi pergumulan kita di Alor, kita berharap hadirnya PG PAUD ini bisa menjawab pergumulan itu.

“Pada dua tahun kedepan, tahun 2028-2029 itu kami siap mendistribusikan guru-guru PAUD di TK PAUD di Alor, kami siap distribusikan, Proses pembelajaran yang di lakukan di PG PAUD juga sangat kontekstual, sangat relevan dengan kondisi di Alor, karena itu kami percaya dengan sumber daya yang kami miliki, ada kurang lebih kami ada 5 orang Dosen di PG PAUD, 4 orang dosen benar-benar berkualifikasi magister pendidikan PG PAUD, dalam proses pembelajaran kami selalu berkomitmen untuk melakukan pembelajaran pembelajaran yang benar-benar menyentuh terhadap kebutuhan pendidikan PAUD,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini Kaprodi PG PAUD Abraham mengajak semua untuk bersama-sama mengikuti kegiatan ini, ada dua rangkaian kegiatan, yang pertama FGD setelah itu baru kita akan masuk dalam kegiatan Seminar, kegiatan FGD ini bapak ibu sebagai Mitra kami, sebagai praktisi kami ingin menyampaikan informasi terkait dengan visi misi kami dan kurikulum di prodi, selanjutnya kami juga ingin mendapatkan masukan masukan yang baik dari bapak ibu untuk kami bisa memperbaiki diri di prodi sehingga proses pembelajaran penetapan kurikulum yang kemudian di implementasikan kedalam proses pembelajaran itu benar-benar menjawab kebutuhan.

Sementara Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Halena Muna Bekata, S.Pd, M.Pd, dalam arahannya menyampaikan bahwa PAUD ini kalau kita melihat di peraturan baru sekarang anak usia dini yang kita pada dasarnya membangun dasar, kalau dasar itu tidak kuat pada akhirnya tiang yang berdiri di atas dasar itu pun pasti akan roboh, ketika kita mendidik anak-anak dimulai dari PAUD kita sedang membangun generasi dalam hal ini kita melihat bahwa generasi yang kita bangun ini apa generasi apakah strawberry atau generasi emas itu ada dua perbedaan kalau generasi strawberry kelihatan Indah cantik tapi ketika di berhadapkan dengan tantangan dia pasti hancur, pasti luntur dan sebagainya, tapi kalau generasi emas ketika diperhadapkan dengan tantangan situasi kondisi apapun yang ada dia pasti akan bilang saya emas sekalipun di lumpur dia tetap emas dan dia pasti dicari.

Baca juga :  Wabup Rocky Ajak Investor Buka Usaha Pariwisata Di Alor, Usul Ke Pemerintah Pusat Perpanjangan Landasan Pacu Untuk Pesawat Serta Minta Dukungan Media Untuk Kawal Pembangunan Pariwisata 

“Saya mengajak kita semua, bapak ibu guru dan juga mahasiswa sebagai calon guru, belajar bersama, pada akhirnya kita akan membangun satu generasi pemimpin yang kuat, dimana seorang pemimpin yang kuat itu dia tidak saja memiliki kemampuan tinggi di IQ, banyak orang bilang orang yang pintar itu tetapi IQ nya tinggi, tetapi saya belajar daripada seseorang yang menulis buku bahwa IQ itu selamanya tidak menentukan orang itu berhasil, ada beberapa Q, ada IQ, SQ,EQ ada HQ, LQ, nah ini saling melengkapi, terintegrasi atau holistik,” ujarnya.

Dijelaskan Dekan FKIP, Halena, bahwa ia melihat di PAUD itu pembelajarannya Holistik, menyeluruh dan mendalam tapi terhubung, jangan sudah menyeluruh mendalam tapi tidak terhubung dengan siapapun, sendiri sendiri akhirnya tidak tahu mau buat apa, sehingga ia berterimakasih karena ada PAUD yang diwakili oleh bapa ibu guru yang hadir pada saat ini artinya kita sedang terhubung, terintegrasi.

“Jadi apa yang bapak ibu miliki bagikan kepada kami di universitas Tribuana Kalabahi sehingga itu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk revitalisasi kurikulum di PG PAUD khususnya Untuk hati masa depan anak negeri, saya mau katakan bahwa mendidik dengan hati itu dimulai dengan hati, jadi hadapi anak-anak harus dengan hati yang penuh dengan kelembutan,” tutupnya sembari membuka kegiatan tersebut dengan resmi.

Untuk diketahui, sebelumnya dalam Focus Group Discussion Ketua Program Studi PG PAUD, Abraham Lalang Yame, S.Pd., M.Pd membawakan materi tentang Visi misi, tujuan dan kurikulum Program Studi PG PAUD, usai memberikan materi kemudian mendapatkan saran, pendapat dan masukan dari beberapa pemateri dan guru PAUD yang hadir, setelah melakukan FGD kemudian dilanjutkan dengan Seminar dengan menghadirkan Narasumber: Aris Mabileti, S.E (Kabid PAUD Dispendik Kabupaten Alor), Adolof Bayang, S.Pd (Kepala IGTKI Kabupaten Alor) dan Hadyati Bong, S.Pd (Guru TK Suharsikin 02 Kalabahi).

Baca juga :  Besok Kunjungan Ketua PP PMKRI ke Alor, PMKRI Cabang Alor Siap Laksanakan Pelantikan DPC Baru, Viktor Kammi Lagai: Ini Momen Bersejarah

Disaksikan wartawan media ini, setelah narasumber memberikan materi para peserta atau mahasiswa sangat antusias dan aktif memberikan pendapat pertanyaan kepada para pemateri, suasana kegiatan terlihat hangat sebab ruang sesi tanya jawab diberikan bebas kepada peserta untuk memberikanpendapat. (*Eka Blegur).