POLGAS (politik Gagasan) adalah Media Independen yang mengulas Dunia Politik dengan pendekatan ilmiah, mengkaji hubungan antara masyarakat dan negara.
[instagram-feed feed=1]

KOTA KUPANG, NTT – Sebuah forum advokasi kebijakan publik bertajuk “Diskusi Publik Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah: Refleksi Kepuasan dan Harapan Masyarakat terhadap Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis” baru-baru ini diselenggarakan. Acara penting ini merupakan inisiatif dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Nusa Cendana (Undana), dan dilangsungkan hari ini Sabtu, 6 Desember 2025, di Subasuka Paradise.
Forum tersebut berhasil merangkum pandangan tokoh masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai kinerja kepemimpinan daerah, sekaligus menyoroti tantangan struktural yang masih memerlukan perhatian serius.
Secara umum, tokoh masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis.
Pemerintah Kota membagi periode kerja ke dalam dua fase strategis:
Pelaku UMKM, sebagai salah satu fokus perhatian kepemimpinan, menyampaikan bahwa aspirasi utama mereka adalah mendapatkan akses modal dan pelatihan digital untuk meningkatkan daya saing bisnis di Kupang.
Presentasi dalam forum tersebut secara tegas menyimpulkan bahwa kendala pembangunan yang dihadapi Kupang adalah persoalan struktural jangka panjang, dan bukan kegagalan kepemimpinan.
Tiga isu utama yang menjadi tantangan struktural tersebut meliputi:

Persoalan SOP dan Koordinasi juga tercatat sebagai hambatan penting yang harus segera dibenahi untuk mendukung percepatan solutif.
Melalui refleksi yang diselenggarakan oleh HMPS Administrasi Negara Undana ini, diharapkan sinergi antara pemerintah di bawah kepemimpinan Christian-Serena dan masyarakat dapat diperkuat untuk mewujudkan transformasi daerah yang lebih maju.