Politik Uang: Merusak masyarakat, cerminan kegagalan pendidikan politik. Terjadi karena kondisi ekonomi sulit dan sistem yang mengutamakan uang, bukan kualitas. Politisi fokus “balik modal” dalam 5 tahun.
Digitalisasi: Mempermudah pelayanan publik (akses, perizinan) dan transparansi (Smart City). Membutuhkan data akurat dan diiringi kreativitas untuk pemberdayaan masyarakat.
Efisiensi Pemerintahan: Memangkas pemborosan, mempercepat pelayanan, mengurangi beban administratif (guru/bidan). Pemerintah harus mendukung produk lokal (konsumen pertama).
Tantangan & Harapan: Politik bukan musiman. Sulit awasi politik uang. Ruang digital harus diisi ide positif dan jadi sarana edukasi politik.