Tanah NKRI Dilanggar, Ribuan Rakyat Amfoang Akan Duduki Naktuka. 

Kupang,PolGas- Polemik batas negara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) di Naktuka, Amfoang Timur, Kabupaten Kupang kembali memanas. Raja Amfoang, Roby Manoh dengan tegas mengungkapkan, bahwa puluhan ribu Rakyat Amfoang akan menduduki kembali Naktuka yang menjadi zona sengketa batas negara.

“Saya akan pimpin masyarakat adat dengan cara apapun. Kami akan melawan musuh yang mengambil kami punya tanah leluhur dan melanggar batas,” ungkap Raja Amfoang Roby Manoh di kediaman-nya. Rabu,(4/3/2026) malam.

Ia mengatakan, polemik batas wilayah RI-RDTL di Naktuka pada prinsipnya telah usai diselesaikan secara adat atas permintaan Kementrian Luar Negeri RI, yang menghasilkan Perjanjian Bokos pada 14 November 2017. Di mana, Amfoang bersama Ambenu telah bersepakat bahwa batas negara RI dan RDTL berada di sungai Noelbesi. Hasilnya wilayah Naktuka yang berukuran 1080 ha masuk wilayah NKRI.

Ia menegaskan, perjanjian adat tak bisa dirundingkan ulang. Pemerintah RI dan RDTL harus bisa menyepakati hasil dari Perjanjian Bokos. Di mana, sebelum perjanjian itu ditandatangani ada kesepakatan bahwa Naktuka adalah wilayah Amfoang dan masuk sebagai NKRI serta memberikan kesempatan kepada masyarakat Ambenu di Citrana Distrik Oecusse karena sebagai saudara sedarah secara turunan untuk mengolah lahan sawah, namun bukan untuk dikuasai dan masuk dalam kendali RDTL.

“Itu perjanjian Bokos itu ada kesepakatan dan sumpah adat, disaksikan 2 Kaka kami Liurai dan Sonbai juga kementrian Luar Negeri dari kedua negara,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, alasan kuat Rakyat Amfoang masuk dan menduduki Naktuka adalah untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Serta bentuk protes terhadap pihak Pemerintah Pusat yakni Presiden Prabowo yang seolah membiarkan lahan Naktuka bisa dikuasai masyarakat RDTL. Sebaliknya, masyarakat Amfoang yang sebenarnya memiliki hak atas lahan justru tidak diperbolehkan Pemerintah RI melalui petugas Pamtas dari TNI.

Baca juga :  Gubernur NTT dan Menteri Kominfo Bahas Digitalisasi Pariwisata dan UMKM

Raja Roby juga mengkritisi sikap Presiden Prabowo Subianto tentang mempertahankan kedaulatan yang seolah tidak mampu diterapkan. Sebagai warga NKRI, rakyat Amfoang akan menunjukan sikap bagaimana mempertahankan kedaulatan dengan cara menduduki Naktuka walau dihadang pihak TNI.

“Katanya sejengkal tanah pun tidak akan dibiarkan, ini 1080 hektar tanah Pak yang sudah diambil musuh. Musuh makan enak, kita makan garam, kita kuah kosong,” pungkasnya. (rnc/polgas).